budidaya lele organik benar ampuh melipatkan omset

08.47
Budidaya lele menggunakan sistem organik, apa itu?, organik sangat identik dengan kealamian, sudah pasti cara budidaya ini tidak melibatkan unsur kimia di dalamnya. Hal positif yang langsung bisa kita tangkap adalah, hasil produksi alami yang pasti tidak terkontaminasi dengan unsur kimia berbahaya, sangat bagus untuk konsumsi.


Lahirnya metode budidaya dengan sistem organik, dikarenakan tekanan akan harga pelet yang kian hari kian melambung. Pertumbuhan lele sangat di pengaruhi oleh pakan, jika asupan pakan di kurangi untuk menekan pengeluaran, maka akan berakibat fatal bagi petani, imbasnya produksi lele menurun, bobot panen yang tidak sesuai dengan standar, dan bukan keuntungan yang di dapat malah sebaliknya.

Menanggapi masalah tersebut, para petani mulai berinofasi menciptakan cara-cara baru dalam teknik berbudidaya ikan lele, terciptalah budidaya lele dengan sistem organik. Oragnik berarti menciptakan situasi alami pada kolam seperti habitat aslinya, yang di mana lele bisa tumbuh besar dari pakan yang di sediakan oleh alam, pakan dari alam yang di maksut adalah mikro organisme baik/larfa yang nantinya akan kita taruh di dalam kolam agar terjadi simbiosis mutualisme, namun dengan demikian bukan berarti cara ini tidak menggunakan pakan atau pelet sama sekali, pelet tetap di gunakan, tetapi tidak sebanyak seperti menggunakan cara-cara biasa, pelet disini berfungsi sebagai protein tambahan untuk menunjang pertumbuhan.

Hal terpenting yang harus sangat di perhatikan dalam metode ini adalah, Penjagaan terhadap PH air dalam kolam agar tetap stabil, karena PH air sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan hidup ikan dan mikro organisme baik dalam kolam.

Apa saja keuntungan budidaya dengan sistem ini?, beberapa keuntungan yang bisa kita dapat adalah, biaya pengeluaran untuk pelet bisa kita tekan hingga 50 persen, penggantian air kolam tidak sesering menggunakan cara biasa, bahkan bisa tidak di ganti sama sekali, dan hasil produksi yang memiliki kualitas lebih baik.

Step bay step budidaya lele organik
  1. Yang pertama perlu di persiapkan adalah media budidaya atau kolam, kolam yang paling banyak di          gunakan dalam sistem budidaya lele organik adalah kolam terpal, Buaat kolam dengan ukuran kisaran 2,5 x 3 meter,
  2. Membuat pupuk kompos sebagai bahan pakan alami lele
  3. Proses fermentasi kompos agar menghasilkan mikro organisme baik
  4. Penaburan benih
  5. Sistem pemberian pakanPerawatan dan pemanenan 
Cara membuat Kompos dan proses fermentasi Kompos nantinya yang akan menjadi pakan utama ikan lele, agar kompos bisa menjadi pakan ikan lele, terlebih dahulu harus di lakukan proses fermentasi.
Bahan-bahan yang di butuhkan untuk membuat kompos adalah
  • Kotoran sapi 100 kg (jumlah bisa di sesuaikan dengan ukuran kolam),  selain kotoran sapibisa juga dengan kotoran kambing atau unggas, namun kotoran sapi yang paling banyak di gunakan.
  • Probiotik secukupnya
  • Tepung ikan secukupnya
  • Pupuk orea 2 sendok
  • Tetes tebu 2 kg 
Campur probiotik, tepung ikan, pupuk orea, dan tetes tebu, hingga merata, kemudian campurkan dengan kotoran sapi, Catatan : Gunakan kotoran sapi denagn tekstur yang tidak terlalu kering atau terlalu basah, cukup lembab saja. Setelah selesai, tebarkan ke kolam yang belum di isi air dengan ketebalan 7 sampai 15 cm, lalu tutup kolam dengan terpal, tunggu hingga 15 sampai 20 hari. Rentan waktu tersebut untuk memastikan kompos benar-benar terfermentasi dan mikro organisme baik telah tumbuh.

Penebaran benih lele
Setelah memasuki rentan waktu yang di tentukan, isi kolam dengan ketinggian air 30 cm. Sebelum benih di tebar ke kolam, lakukan dulu penyortiran, pisahkan benih yang memiliki ukururan lebih besar, dalam kata lain cari benih dengan ukuran yang merata, hal tersebut di maksutkan agar, lele yang lebih besar tidak memakan lele yang lebih kecil nantinya, karena dengan metode ini kita tidak akan mengganti air kolam untuk melakukan penyortiran seperti cara-cara lama, hal tersebut di lakukan untuk menjaga agar mikro organisme di dalam kolam tetap hidup dan simbiosis mutualisme tetap terjadi. Setelah selesai penyortiran, lalu tebarkan benih ke kolam seperti biasa. 

Pemberian pakan
Diatas saya sudah sedikit menyinggung tadi, bahwa dalam metode ini kita bukan tidak menggunakan pelet sama sekali, pelet tetap di gunakan walaupun dengan jumlah yang lebih sedikit untuk menunjang pertumbuhan lele agar dapat mencapai bobot standar dalam rentan waktu yang di tentukan.
Berikan pakan 12 jam sekali, atau jam 6 pagi dan di susul jam 6 sore, hal ini untuk menghindari penumpukan pakan yang tidak mampu di buai oleh larva/mikro organisme baik di dalam kolam, jika itu terjadi kotoran dan sisa pakan yang menumpuk bisa jadi racun yang dapat membunuh larva yang merupakan sumber utama makanan lele. Tujuan yang kedua adalah memberi waktu alat pencernaan lele beristirahat untuk menjaga nafsu makan tetap stabil.

Menjaga PH air
Apa itu PH air, PH air adalah kepanjangan dari power of hydrogen yaitu merupakan tingkatan asam basa suatu larutan, PH air sangat di pengaruhi oleh kandungan mineral dalam air, PH air yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat menimbulkan kematian pada mikro organisme bahkan lele itu senderi, maka dari itu penting untuk menjaga PH air dalam kolam tetap stabil. Air yang tercemar di tandai dengan warna air yang berubah menjadi merah cenderung hitam pekat, dan baunya tidak enak, jika sudah demikian anda perlu mengganti air dalam kolam, gunakan air sumur, karna air sumur merupakan air air yang telah mengendap jadi sangat baik untuk keberlangsungan hidup ikan lele.
Untuk mencegah hal buruk itu terjadi, anda harus tetap mengontrol air dalam kolam, kemudian menambah volume air secara teratur sampai ketinggian 1 meter, dan tambahkan probiotik secukupnya agar kompos yang kita taman tidak bermetamorfosis menjadi racun, penambahan probiotik yang di sesuaikan dengan umur lele di tujukan agar mikro organisme baik dalam kolam tetap mampu mengurai kotoran yang di hasilkan, lele yang semakin besar akan menghasilkan kotoran lebih banyak, jika tidak di imbangi dengan pertumbuhan mikro organisme baik dalam kolam, akibatnya kotoran tidak terurai dan menjadi racun.
 
 Masa panen budidaya menggunakan sistem ini juga relatif cepat, antara 2 sampai 2,5 bulan, bahkan ada yang hanya 45 hari saja.


Share this :

Previous
Next Post »